Buku Tamu

Syair Syafi'i Tentang Merantau

Syair Syafi'i Tentang Merantau


ما في المقامِ لذي عقلٍ وذي أدبِ مِنْ رَاحَة ٍ فَدعِ الأَوْطَانَ واغْتَرِبِ
سافر تجد عوضاً عمَّن تفارقهُ وَانْصِبْ فَإنَّ لَذِيذَ الْعَيْشِ فِي النَّصَبِ
إني رأيتُ وقوفَ الماء يفسدهُ إِنْ سَاحَ طَابَ وَإنْ لَمْ يَجْرِ لَمْ يَطِبِ
والأسدُ لولا فراقُ الأرض ما افترست
والسَّهمُ لولا فراقُ القوسِ لم يُصِبِ
والشمس لو وقفت في الفلكِ دائمة ً لَمَلَّهَا النَّاسُ مِنْ عُجْمٍ وَمِنَ عَرَبِ
والتَّبْرَ كالتُّرْبَ مُلْقَىً في أَمَاكِنِهِ والعودُ في أرضه نوعً من الحطب
فإن تغرَّب هذا عزَّ مطلبهُ وإنْ تَغَرَّبَ ذَاكَ عَزَّ كالذَّهَبِ

01. tidaklah berdiam di tempatnya orang-orang berakal dan beradab, dari rehatnya dia berpisah dan dari negerinya dia mengasingkan diri

02. berpergianlah, akan kau temukan pengganti yang telah engkau tinggalkan, berusahalah, sungguh kenikmatan hidup ada pada kerasnya usaha

03. sungguh aku melihat diamnya air merusakkannya, bila bergerak ia jernih, bila tak mengalir maka ia tak menyehatkan

04. dan singa yang tak tinggalkan sarangnya takkan memangsa, dan panah yang tak terlepas dari busurnya takkan mengena

05. dan matahari yang bertetap pada peredarannya, tentu akan menjemukan manusia, baik dari ajam maupun arab

06. dan biji emas tak ada bedanya dengan biji tanah saat tercampur di tempatnya, kayu gaharu terserak di tanah pun serupa dengan kayu bakar

07. bila kau pisahkan biji emas dari tanah, maka mulia dia dan dicari, bila kau pisahkan kayu gaharu dari kayu bakar, ia akan seharga emas

08. barusan saya twet adalah syairnya Imam Syafi'i tentang hijrah dan rihlah, merantau dari kampung halaman bila jumud dan ingin kemajuan

09. bagi laki-laki, sepantasnya mereka menimba ilmu dengan serius, berpisah dari tanah kelahiran sehingga dapat berguna

10. Imam Syafi'i sendiri bepergian dalam jumlah yang banyak, belajar bahasa Arab sama Bani Hudzail selama 16 tahun, padahal beliau orang arab

11. kunci yang diberikan Imam Syafi'i dalam syair tadi adalah jangan berhenti bergerak, karena ciri kebaikan, kejernihan dan ciri hidup adalah gerak

12. Imam Syafi'i juga berpesan jangan berpuas diri, tinggalkan comfort zone untuk mendapatkan ganti yang lebih baik, terus dan terus

13. terakhir dalam syair ini, Imam Syafi'i juga berpesan, bahwa seorang yang baik harus dipisahkan sama yang kurang baik, maka dia akan berharga

14. subhanallah, saat menulis MAF1453, saya menemukan bahwa ulama-ulama dan panglima-panglima serta ksatria-ksatria Islam menggemari sastra dan syair, kita? :)

15. insya Allah saya akan twet syair-syair lain dari pujangga dan ulama serta ksatria-ksatria Islam kedepannya, semoga Allah memberi manfaat padanya :)

follow @felixsiauw on twitter for more.. :)

Posting Komentar

0 Komentar